Kompetisi tingkat provinsi tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru dan disaksikan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Dalam sambutannya, Herman Deru berharap perlombaan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu melahirkan tim-tim marching band dan drumband berkualitas yang dapat menggairahkan perkembangan olahraga sekaligus seni musik di Sumatera Selatan. Tim yang berhasil menjadi juara juga direncanakan mendapat kesempatan tampil pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Griya Agung.
Persaingan dalam perlombaan berlangsung cukup ketat dan meriah. Para peserta tidak hanya dinilai dari kemampuan memainkan alat musik, tetapi juga dituntut menampilkan atraksi, koreografi, kostum, formasi, kekompakan, serta kreativitas dalam sebuah pertunjukan. Sejumlah tim yang selama ini dikenal sebagai langganan juara turut ambil bagian, di antaranya SMAKN 6 Palembang, SMAN 1 Palembang, SMKN 2 Palembang, serta tim-tim kuat dari OKI, Prabumulih, Muara Enim, Ogan Ilir dan Lubuk Linggau. Kondisi tersebut membuat perjuangan Gita Bahana Tanzania SMAN 2 OKU semakin berat karena harus berhadapan dengan tim-tim yang memiliki pengalaman dan jam terbang lebih tinggi.
Meski demikian, Gita Bahana Tanzania mampu tampil solid, kompak dan penuh percaya diri di hadapan juri maupun penonton. Dalam penampilannya, tim SMAN 2 OKU membawakan sejumlah lagu, yakni Halo-Halo Bandung, Manuk Dadali, Indonesia Tanah Airku, dan Kebyar-Kebyar, yang dipadukan dengan kemampuan bermusik, atraksi dan koreografi. Penampilan tersebut mendapat sambutan positif dari penonton, termasuk masyarakat dan pengunjung OPI Mall Palembang. Hasilnya, pada kategori Tim Terfavorit, Gita Bahana Tanzania berhasil meraih Juara 1 setelah memperoleh dukungan sebesar 53 persen.
Tidak berhenti pada kategori favorit, prestasi kembali diraih pada kategori Display. Tim Marching Band SMAN 2 OKU berhasil menduduki Juara 3, berada di bawah SMKN 6 Palembang sebagai Juara 1 dan SMAN 2 Prabumulih sebagai Juara 2. Raihan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Gita Bahana Tanzania karena mampu mengungguli sejumlah tim yang selama ini memiliki pengalaman lebih banyak, seperti SMAN 21 Palembang, SMAN 1 Indralaya dan SMAN 1 Gelumbang. Selain itu, SMAN 2 OKU juga berhasil meraih Juara Harapan 1 pada kategori Street Parade, sehingga secara keseluruhan membawa pulang tiga prestasi dari ajang tingkat provinsi tersebut.
Pembina Marching Band SMAN 2 OKU, Herawati, menjelaskan bahwa marching band memiliki karakter yang berbeda dengan drumband, terutama dari komposisi alat musik dan konsep penampilannya. Menurutnya, drumband lebih dominan menggunakan berbagai jenis alat perkusi dan menonjolkan atraksi pemain drum. Sementara marching band lebih menekankan aspek musikalisasi dengan penggunaan alat musik tiup atau brass, seperti terompet, mellophone, baritone, trombone dan tuba. Keberhasilan Gita Bahana Tanzania menjadi semakin berarti karena tim tersebut disebut sebagai tim sekolah pertama dari Kabupaten OKU yang tampil dalam genre marching band pada kompetisi tingkat Provinsi Sumatera Selatan.
Kepala SMAN 2 OKU yang juga Sekretaris PDBI OKU, Agus Sudiana, mengaku bangga atas perjuangan dan capaian para siswa. Menurutnya, bukan perkara mudah bagi tim dari OKU untuk bersaing dan menggeser dominasi tim-tim dari Palembang, Muara Enim maupun Prabumulih yang selama ini dikenal memiliki kekuatan besar. “Tak mudah menggeser dominasi marching band tim dari Palembang, Muara Enim, dan Prabumulih. Mereka mendapat dukungan materil dan moril dari BUMN yang beroperasi di lingkungan mereka. Bahkan seperti PT Pusri atau PT Bukit Asam, mereka sangat berkomitmen terhadap pengembangan drumband dan marching band di sekolah-sekolah sekitarnya,” ujar Agus.
Agus berharap prestasi yang diraih Gita Bahana Tanzania menjadi awal bagi berkembangnya marching band di Kabupaten OKU. Ia berharap dukungan pemerintah, masyarakat dan dunia usaha semakin besar, khususnya dari BUMN yang berada di Baturaja seperti PT Semen Baturaja, sehingga pembinaan, fasilitas dan pengembangan bakat para siswa dapat dilakukan secara berkelanjutan. “Jika perusahaan ini memiliki komitmen, menjadi harapan agar pengembangan marching band di Kabupaten OKU mendapat dukungan lebih besar dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha, sehingga prestasi Gita Bahana Tanzania dapat terus berkembang dan membawa nama baik Kabupaten OKU di tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.