Breaking News

Bulog OKU Siap Dievaluasi, Pastikan Beras Bantuan Sesuai Standar Nasional

Baturaja oku, buser62. my. id - Aksi damai yang dilakukan Aliansi Masyarakat OKU di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mendapat tanggapan langsung dari Pimpinan Cabang (Pinca) Perum Bulog OKU, Junirman, pada hari yang sama di kantor Bulog OKU. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terkait dugaan pungutan dalam penyaluran bantuan pangan serta kualitas beras yang dinilai tidak layak konsumsi., Kamis, 12/02/2026
Menanggapi hal itu, Junirman menegaskan bahwa Perum Bulog OKU siap menerima evaluasi atas setiap masukan yang disampaikan. Menurutnya, evaluasi merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam program penyaluran bantuan pangan yang menjadi tanggung jawab Bulog sebagai lembaga penyalur.
Terkait dugaan adanya pungutan dalam proses pembagian bantuan pangan, Junirman menjelaskan bahwa Bulog tidak pernah melakukan pungutan dalam bentuk apa pun. Ia menerangkan bahwa bantuan pangan diantarkan langsung ke desa-desa dan proses pembagiannya dilakukan dengan melibatkan kepala desa serta aparat desa setempat. Namun demikian, pihaknya akan tetap melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Asisten II untuk menelusuri informasi tersebut.
Junirman juga menyayangkan dalam penyampaian aspirasi tidak disebutkan secara rinci desa mana di Kabupaten OKU yang diduga melakukan pungutan. Ia menegaskan bahwa transparansi informasi sangat diperlukan agar pihaknya dapat melakukan penelusuran dan evaluasi secara tepat sasaran. “Yang jelas dari kami tidak ada pungutan apa pun, tetapi tetap akan kami evaluasi bersama,” ujarnya.

Selain persoalan pungutan, massa aksi juga menyoroti kualitas beras bantuan yang disebut terdapat batu sehingga dinilai tidak layak dikonsumsi. Menanggapi hal itu, Junirman menjelaskan bahwa beras yang disalurkan merupakan beras medium yang telah memenuhi standar nasional, dengan kadar air 14 persen, butir patah maksimal 25 persen, dan menir 2 persen sesuai ketentuan program bantuan pangan.

Ia juga menyampaikan bahwa sampel beras yang dibawa oleh massa aksi merupakan beras komersial dengan kemasan berbeda dari beras bantuan pemerintah. Pihak Bulog, menurutnya, tidak mengetahui asal sampel tersebut karena selama proses penyaluran sebelumnya tidak ada laporan resmi dari kepala desa mengenai adanya beras berkutu atau bercampur batu.
Sementara itu, di tempat yang sama, Wakil Kepala Cabang Bulog OKU, Jeri Darma Putra Zega, menegaskan bahwa Bulog memiliki mekanisme evaluasi kualitas. Apabila ditemukan barang yang tidak layak atau tidak memenuhi standar mutu, maka Bulog wajib melakukan penarikan atau retur dan menggantinya dengan beras yang baik serta layak konsumsi. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab Bulog kepada masyarakat penerima manfaat.

Sebagai langkah tindak lanjut, Bulog OKU mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan beras bantuan yang dianggap tidak layak. Pihaknya telah menyediakan layanan pengaduan atau call center agar setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti. Dengan adanya koordinasi, evaluasi, dan monitoring yang berkelanjutan, Bulog berharap kualitas penyaluran bantuan pangan di Kabupaten OKU ke depan dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran. Ucap"jeri

Redaksi:BUSR62(TIK) 

Type and hit Enter to search

Close