Breaking News

Tindakan Pimpinan Pesantren Berujung Konflik dengan Anggota DPRD OKU

Buser62.my.id – Seorang anggota DPRD OKU dari Partai Perindo, Yeri, melaporkan pimpinan sebuah pondok pesantren Al fakhriyah Baturaja ke Polres OKU. Laporan ini didasari oleh dugaan perlakuan tidak baik terhadap anaknya yang sedang menempuh pendidikan di pondok tersebut, serta respons tidak kooperatif dari pihak pesantren saat dikonfirmasi oleh wartawan.

Peristiwa ini bermula ketika anak Yeri, yang mondok di pesantren tersebut, meminta izin keluar untuk menghadiri pelantikan Yeri sebagai anggota DPRD OKU pada Jumat (16/8). Acara pelantikan yang seharusnya selesai pada pukul 17.00 mundur hingga pukul 17.00, membuat anaknya tidak bisa kembali tepat waktu. Pihak pesantren menunggu hingga pukul 21.00 WIB, namun komunikasi yang dilakukan Yeri dengan pihak pesantren tidak mendapatkan respons.

Keesokan harinya, Yeri mengantarkan anaknya kembali ke pesantren, namun pihak pesantren memberikan Surat Peringatan kepada anaknya dengan hukuman tidak boleh dijenguk. Yeri menerima hukuman tersebut, namun ia tidak setuju dengan sikap pihak pesantren yang dianggapnya telah membuat anaknya takut dan menangis. Ketika mencoba mengklarifikasi, Yeri justru mendapatkan respons tidak menyenangkan dari pihak pesantren yang menyarankan agar anaknya dikeluarkan jika tidak puas dengan aturan.

Setelah merasa masalah tersebut selesai, Yeri terkejut mendapati video yang menunjukkan dirinya sedang marah-marah di pesantren beredar luas. Ia menyesalkan mengapa video tersebut tidak menampilkan momen ketika ia meminta maaf dan menerima hukuman secara kooperatif. Kuasa hukum Yeri, Edison Dahlan SH MH, menyatakan akan melaporkan penyebaran video tersebut karena dianggap merusak nama baik kliennya yang baru saja dilantik sebagai anggota DPRD OKU.

Sementara itu, pimpinan pesantren, Ustad Baron, yang seharusnya memahami etika dalam memperlakukan sesama, trutama pada sejumlah awak media, dia rela dengan berteduh didalam mobil milik nya saat memberikan keterangan pada sejumlah awak media.
Akhirnya sejumlah awak media pun rela berpanas panasan dibawah panas nya terik matahari saat mengkonfirmasi terhadap ustad Baron, walaupun tadinya sejumlah awak media sudah meminta waktu dan tempat secara baik baik untuk konfirmasi, namun ustad Baron tidak mengindahkan permintaan dari sejumlah wartawan, dan sang ustad malah tega melihat sejumlah wartawan kepanasan dibawah panas nya terik matahari.

Usai memberikan keterangan kepada wartawan saat dikonfirmasi terkait masalah ini Ustad Baron mengungkapkan bahwa ia sedang bergegas untuk menuju Polres OKU guna melaporkan Yeri yang dianggap telah intimidasi dan pengancaman terhadap pihaknya, iapun terus melajukan mobilnya keluar pondok menuju Polres OKU.
Di sisi lain, atas keterangan dari sang ustad terhadap wartawan, Yeri pun bergegas menuju ke Polres OKU untuk membuat laporan balik atas tindakan pihak pesantren dan pimpinan pondok pesantren tersebut. Setelah sampai di polres OKU sembari untuk membuat Laporan yeri pun mengungkapkan pada portal ini bahwa dia merasa sakit atas tindakan pimpinan pondok pesantren, ” Saya merasa sudah di zhalimi namun malah saya dilaporkan ke pihak kepolisian, saya sangat kecewa atas tindakan ustad Baron dan saya juga akan menerus kan laporan saya di polres OKU ini, dan saya juga akan mengadakan aksi atas tindakan pimpinan pondok pesantren tersebut,” ungkap Yeri.

Karna merasa dianiaya secara moral / terzhalimi oleh tindakan pihak dan pimpinan pesantren Yeri akan terus melanjutkan perkara tersebut dengan menempuh jalur hukum dan akan mengadakan aksi (red)

Type and hit Enter to search

Close